SELAMAT Datang Di web Sederhana Saya @RRamadhan44 1998
Tampilkan postingan dengan label Bela Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bela Diri. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Desember 2013

Menghadapi 7 Macam Lawan yang Berbeda Secara Bela Diri

Beladiri adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi bahaya. Ada beberapa macam kondisi bahaya misalnya perkelahian, aksi kejahatan, kecelakaan, ataupun serangan binatang buas. Beladiri mengajari kita supaya tidak terluka saat kondisi yang memungkinkan kita terluka atau celaka. Namun utamanya dalam menghadapi bahaya dari sesama manusia, kita harus mengenali bahwa ada tujuh macam lawan yang berbeda dalam kondisi bahaya. Karenanya, prinsip kebaikan bersama, kebijaksanaan, dan cinta kasih harus pula diutamakan.

Sebelum mengenal yang namanya “lawan”, kita harus mengerti perbedaan antara lawan dengan “musuh”. Sebab sejatinya musuh itu tidak ada. Siapapun yang ‘berlawanan’ dengan kita disebut lawan, tapi musuh itu hanyalah ilusi saja. Musuh bukanlah orang yang jahat, bukan orang yang menyakiti, bukan juga orang yang berbeda dengan kita. Nyatanya kitalah yang menciptakan musuh itu sendiri dalam pikiran kita, menentukan apakah seseorang mau dimusuhi atau tidak. Untuk bisa membela diri dengan baik, pikiran harus bersih dari kata “musuh” dan ganti dengan “lawan”.
Berikut ini penjelasan maupun tips menghadapi tujuh macam lawan yang berbeda:

1. Orang Iseng
Orang iseng artinya coba-coba, menjajal kemampuan kita atau mungkin sedang bad mood lalu pengen melampiaskan kegalauannya dengan menyakiti kita. Jika orang ini iseng karena dia pengen menjajaki diri kita, maka kita boleh “bermain-main” dengannya. Tapi jika keisengannya itu karena kondisi jiwa yang berkobar, kalahkan dia secepat mungkin dengan teknik kuncian atau serangan kejut (shocking strike) untuk membuatnya hormat atau setidaknya menghentikan niatnya berkelahi. Sekedar tamparan di pipi kadang efektif untuk menunjukkan bahwa kita tidak main-main.

2. Orang Marah
Orang marah bisa karena memang kita yang salah atau karena salah paham. Bila kita tersangkut masalah juga bisa dianggap salah paham. Intinya, hentikan serangannya dengan teknik kuncian sehingga kita ada kesempatan untuk bicara dan menenangkan kondisi. Jika tidak bisa, bikin saja pingsan lalu kita tolong agar ada kesempatan ngomong. Tapi jika orangnya memilih untuk dendam dan memusuhi kita, kita cukup menghentikan serangannya, membuat dia (dan orang lainnya) melihat bahwa kita punya niat baik, sekaligus punya kekuatan. Biarkan dia pergi untuk menenangkan diri.

3. Orang Gila
Orang gila mengamuk tanpa kejelasan, gerakannya ngawur, bertenaga, tapi tak terarah. Berdasarkan situasinya jika memang membahayakan, akhiri perlawanan secepat mungkin atau tinggal lari saja. Ingat, jangan menyakiti dengan menyerang titik vital apalagi yang bisa membunuh. Gunakan saja teknik bertahan atau teknik melumpuhkan.

4. Orang Mabuk
Pada dasarnya ada tiga type aksi beladiri, yaitu menghentikan, melumpuhkan, dan menghancurkan. Untuk orang mabuk, lawan bisa menjadi gabungan dari orang marah, orang gila, dan kadang orang jahat juga. karena itu kita harus jeli mengamati perkelahian yang akan terjadi itu karena orang mabuk yang marah atau memang punya niat berbuat jahat seperti ngompas atau memperkosa. Kalau dia hanya marah, lumpuhkan saja dengan teknik kuncian (orang mabuk sukar dibuat pingsan), lalu taruh di tempat yang kira-kira menahannya dalam waktu agak lama. Syukur bisa sampai dia sadar atau minimal sekedar kita melarikan diri darinya.

5. Orang Jahat
Orang jahat pun ada beberapa macam, minimalnya jahat ringan, dan jahat sekaligus fatal. Penjambret, penodong di jalanan, termasuk jahat ringan, kita bisa saja memberikan apa yang dia mau (uang, makanan) agar dia melepaskan kita. Tapi jika sudah diberi masih mau lebih atau memang kurangajar (pengen mencium,dst), lumpuhkan secepat mungkin. Jangan lupa segera pergi dari sana sebelum kawan-kawannya datang.
Penjahat fatal misalnya teroris, penculik, penyandera dalam perampokan, dan semacamnya. Mereka berkesempatan membunuh kita dan sepertinya tidak ragu untuk itu. Jika terjebak dalam situasi ini, lihat dulu kondisi. Kalau cuma satu orang kita boleh menggunakan teknik mematikan untuk melumpuhkan bahkan menghancurkan. Tapi kalau banyak orang yang tak bisa kita kalahkan sendiri, tunggu saat yang tepat untuk menyerang lalu lari.

6. Orang Nekad
Orang nekad sebenarnya bukan pemberani, tapi menjadi berani karena suatu alasan. Kembalikan rasa takutnya dengan menghentikan serangannya. Ancam balik, dan jika masih nekad lumpuhkan lalu teruskan dengan intimidasi untuk membuatnya jera. Namun jika situasinya bisa berubah sewaktu-waktu, persingkat semuanya sebelum ada banyak yang ikut campur.

7. Orang Banyak dan kurang ajar (beraninya keroyokan)
Kadang ada orang yang dendam pada kita lalu mau mengeroyok. Atau, kita terjebak di situasi dimana satu kumpulan mengancam kita karena hal kecil seperti misalnya kita dianggap tidak sopan. Jika bicara/ diplomasi sudah tidak berfungsi, maka yang pertama dihajar adalah yang terkuat di situ. Namun jika terlanjur dikepung, hajar mulai dari yang dibelakang kita atau dari sisi yang tidak diduga. Pengalaman menghadapi pengepungan juga akan menentukan strategi yang akan kita gunakan. Yang jelas, selesaikan masalah secepat mungkin, jangan terjebak untuk meladeni permainan mereka. Lumpuhkan yang terkuat dan intimidasi yang lain, atau setidaknya lumpuhkan sebagian dari mereka.

Begitulah beberapa tips tentang kondisi darurat perkelahian. Tapi selain itu ada prinsip dasar yang kita semua harus amalkan yaitu:
1. Ketenangan daripada keberingasan
2. Terhormat daripada menakutkan
3. Ngalah, ngalih, ngamuk (mengalah, menghindar, baru mengamuk)
4. Hindari masalah, atau selesaikan secepat mungkin.
Read more ...
Sabtu, 07 Desember 2013

Gerak Langkah Pada Pencak Silat


Gerak Langka
Gerak langkah adalah teknik berpindah atau mengubah posisi di sertai dengan kewaspadaan mental dan indera secara optimal untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan (Favourable/condusive) dalam rangka mendekati atau menjauhi lawan bagi kepentingan serangan dan belaan yang dilaksanakan secara taktis dan dalam pelaksanaannya selalu di kombinasikan dan di koordinasikan dengan sikap tangan
Gerak Langkah dilihat dari beberapa segi yaitu :
1. Gerak langkah dari arahnya meliputi :
    a. Gerak Langkah ke belakang
    b. Gerak langkah serong kebelakang
    c. Gerak langkah ke kiri
    d. Gerak langkah serong kiri depan
    e. Gerak langkah kedepan
    f. Gerak Langkah serong kanan depan
    g. Gerak langkah ke kanan
    h. Gerak langkah seronh kanan belakang
Read more ...
Senin, 25 November 2013

Anggaran Dasar Karate

ANGGARAN DASAR INDONESIA KARATE-DO (INKADO) BAB I KETENTUAN UMUM NAMA Pasal 1 Perguruan ini bernama INDONESIA KARATE-DO, yang dalam Anggaran Dasar ini selanjutnya disebut dengan singkatan INKADO; KEDUDUKAN Pasal 2 Perguruan INKADO bertempat kedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia kecuali apabila Keputusan Mukbes menentukan lain; WAKTU Pasal 3 1. Perguruan ini didirikan pada tanggal 18 Maret 1972 yang diprakarsai oleh Prof. Dr. Drs. R. Baud AD Adikusumo di Jalan Cidodol Nomor 11, Kebayoran Lama, Jakarta 12220 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, dan disahkan pada tanggal 21 November 1972 di Jakarta; 2. Kelahiran Perguruan INKADO merupakan kelanjutan dari sejarah PORKI yang dilahirkan pada tanggal 10 Maret 1964 di Jalan Danau Buyan Blok F-III/82, Pejompongan Jakarta dan Drs. R. Baud AD Adikusumo sebagai PENDIRI UTAMA. Atas dasar Kongres ke-IV PORKI di Jakarta Timur pada tanggal 6, 7 dan 8 Oktober 1972 telah diputuskan bahwa nama PORKI diubah menjadi Federasi Olah Raga Karate Do Indonesia (FORKI); BAB II DASAR, TUJUAN DAN USAHA DASAR Pasal 4 Perguruan INKADO dalam mengadakan dan melakukan kegiatannya berdasarkan :
Read more ...
Jumat, 15 November 2013

Tangkisan Pada Taekwondo



1. Aremagi = Tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan.
2. Eolgol Ceceumaki cuki = Tangkisan ke arah kepala.
3. Bakat Momtong Bakat Magi = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
4. Bakat Momtong An Magi = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
5.An Magi = tangkisan dari arah luar.
6. Bina Magi an magi = tangkisan yg dimulai dari lengan bwh & saat masuk ke dlm harus melalui lengan atas.
Read more ...
Rabu, 13 November 2013

TEKNIK DASAR TAEKWONDO

Tiga materi dalam latihan
  1. Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
  2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
  3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.
Read more ...
Selasa, 12 November 2013

Filosofi sabuk pada Tae Kwon Do

  • Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna, permulaan. Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar (gibon) 1
  • Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3. Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.
  • Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.
  • Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 4). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.
  • Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk merah memberi kehangatan atau dalam arti denotasi mulai memberi ilmu atau bimbingan.
  • Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.
Read more ...
Senin, 11 November 2013

Terminologi Tae Kwon Do

  1. Sabeum = Instruktur
  2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala
  3. Seonbae = Senior
  4. Hubae = Junior
  5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
  6. Muknyeom = Meditasi
  7. Dobok = Seragam Tae Kwon Do
  8. Ti = Sabuk Latihan
  9. Oen = Kiri
  10. Oreon = Kanan
  11. Joonbi = Siap
  12. Sijak = Mulai (Tanpa Komando(biasa dilakukan di poomse))
  13. Kalryeo = Stop (Sementara)
  14. Keysok = Lanjutkan
  15. Keuman = Selesai
  16. A Nee = Tidak
  17. Yee = Ya
  18. Eolgol = Sasaran atas (Kepala)
  19. Moumtong = Sasaran tengah (Badan)
  20. Arae = Sasaran bawah (Pinggang kebawah)
  21. Kyungrye = Hormat
  22. Chariot = Mempersiapkan Diri
  23. Nici= Sekian
  24. Belci Ki Manisi = Tempat Istirahat
  25. Menicip = Pengawas Taekwondo
  26. Dobeon = Dua Kali
  27. Sambeon = Tiga Kali
  28. Illjang = Satu
  29. Yeejang = Dua
  30. Samjang = Tiga
  31. Sahjang = Empat
  32. Ohjang = Lima
  33. Yukjang = Enam
  34. Chiljang = Tujuh
  35. Paljang = Delapan

Read more ...